Skip to main content

Wawancara : SOTO MIE MANG OHIM DIKALA PANDEMI COVID-19

 

SOTO MIE MANG OHIM DIKALA PANDEMI COVID-19

Soto Mie Mang Ohim merupakan kedai soto mie khas Bogor yang sudah lama berdiri dan terkenal di Bogor. Rasanya yang gurih dan segar membuatnya dicap menjadi salah satu tempat wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat jalan-jalan ke Kota Hujan.

Saat dimasa pandemi, kedai Soto Mie Mang Ohim tetap buka seperti biasanya, pengunjungnya tetaplah banyak seperti tidak begitu terdampak oleh pandemi. Menurut Bu Euis, selaku pemilik kedai tersebut, mengungkapkan bahwa pengurangan pelanggan tetaplah ada, namun tidak begitu turun secara signifikan.

“Kalau pengurangan ada ya cuma gak terlalu drop.” ujar Bu Euis.

Selama masa pandemi kedai Soto Mie Mang Ohim juga tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah terkait dengan penurunan jumlah pengunjung akibat pembatasan sosial. Selain itu, penghasilan dari kedai tersebut masih terbilang cukup besar meskipun dimasa pandemi. Pada hari biasa penghasilannya tidak begitu berdampak banyak, namun saat akhir pekanlah yang cukup lumayan terkena dampaknya karena wisatawan ke daerah Bogor berkurang.

“Penghasilan sebenarnya gak tentu ya. Cuma kalo dirata-ratain seharinya 5 sampai 6 juta, kalau sabtu minggu lebih lagi. Paling yang berdampak itu sabtu minggu ya, karena kan banyak yang datang dari Jabodetabek ya, kalau sekarang mah kan kurang.” lanjut Bu Euis.

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kedai Soto Mie Mang Ohim tidak begitu terdampak pandemi covid-19 seperti usaha-usaha makanan yang lain. Kedai tersebut tetap buka seperti biasanya, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Comments

Popular posts from this blog

TEPAS SALAPAN LAWANG DASAKRETA

  TEPAS SALAPAN LAWANG DASAKRETA Mengunjungi kota Bogor tak lengkap rasanya jika tidak melihat-lihat sekeliling jantung kota Bogor, yakni Istana Bogor. Sambil mengendarai mobil, motor, ataupun hanya sekedar berjalan kaki saja rasanya wilayah disekitaran Istana Bogor sudah cukup untuk memanjakan mata kita. Saat mengitari wilayah tersebut kita pasti disuguhi sebuah monumen Tugu Kujang disana. Bersebelahan dengannya terdapat sebuah monumen yang masih cukup baru bernama Tepas Salapan Lawang Dasakreta. Namun apakah kita tahu arti dari landmark tersebut? Mari kita bahas sekarang. Tepas Salapan Lawang Dasakreta diresmikan pada 7 Desember 2016, dengan maksud untuk menjadi sebuah ikon baru kota Bogor. Tepas Salapan Lawang Dasakreta merupakan bahasa Sunda yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi beranda yang memiliki 9 pintu. Sembilan pintu tersebut terbentuk dari topangan 10 pilar yang saling berdampingan dengan terdapat plang pada bagian atas yang membuatnya menjadi 9 p...

JURNALISME ONLINE, UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BOGOR

  UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BOGOR Pada Maret 2021, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memulai uji coba pembelajaran tatap muka di tengah masa pandemic Corona. Secara keseluruhan ada 170 sekolah yang turut andil dalam uji coba tersebut. Ade Yasin, Bupati Bogor sekaligus merankap sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, mengungkapkan pada awalnya ada 232 sekolah yang diusulkan untuk melakukan uji coba ini. Tetapi setelah diperiksa hanya ada 171 sekolah saja yang lolos verifikasi dan validasi, kemudian ada salah satu sekolah yang mengudurkan diri dari uji coba tersebut yang menjadikan hanya ada 170 sekolah saja yang ikut andil dalam uji coba pembelajaran tatap muka ini. Ada 29 SD Negeri, 24 MI, 28 SMP, 18 MTS, 7 MA, 32 SMA, dan 32 SMK yang turut andil dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini. Pemberlakuan uji coba ini juga sudah disetujui oleh para wali murid, ada sekitar 72-95 persen wali murid yang setuju dilaksanakannya uji coba ini. K...

HARD NEWS 1

Seorang Pria Tewas Tertabrak Commuterline di Tanah Sareal Junaedi (47), pria kelahiran Bogor tersebut tewas tertabrak KRL di Kampung Bubulak, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Pada hari Rabu, 13 Januari 2021, tepatnya pada pukul 05.15, pria tersebut diduga tidak melihat kedatangan KRL saat akan menyebrang perlintasan KRL. Iptu Rachmat Gumilar, Kepala Urusan Humas Polresta Bogor Kota mengakui akan adanya kejadian tersebut, setelah menerima laporan langsung dari pihak KAI dan melakukan olah TKP. Korban langsung meninggal di tempat, setelah menerima hantaman yang sangat keras dari KRL. Hantaman tersebut membuat tubuhnya terpental, hingga membuat bagian kepala korban terpisah dari tubuhnya. Setelah itu, jasad Junaedi dipindahkan ke RSUD Kota Bogor untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan.