Skip to main content

SEJARAH SINGKAT MASJID TERTUA DI KOTA BOGOR

 

SEJARAH SINGKAT MASJID TERTUA DI KOTA BOGOR

Masjid tertua di Kota Bogor bernama Masjid Al Mustofa. Masjid ini berlokasi di Kampung Kampung Bantarjati Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. Saat ini masjid tersebut telah menjadi bangunan cagar budaya di Kota Bogor. Masjid tersebut didirikan pada 8 Februari 1307, bertepatan pada 2 Ramadhan 708 Hijriah. Pendiri masjid tersebut adalah dua orang ulama yang berasal dari Cirebon dan Banten.

Kedua ulama yang dimaksud bernama Tubagus Mustofa Bakri yang berasal dari Banten, dan Raden Dita Manggala dari Cirebon. Saat baru dibuat, awalnya masjid ini masuk kedalam bagian dari pesantren yang didirikan oleh kedua ulama tersebut. Nama masjid sendiri berasal dari nama pendirinya yang berasal dari Banten.

Pada awalnya masjid ini terbuat dari kayu, namun karena tergerus oleh zaman, maka bangunan masjid ini telah dipugar sampai tiga kali, dan mengalami renovasi yang cukup signifikan dengan mengganti material utamanya menjadi yang lebih kokoh. Tetapi hal ini tidak secara keseluruhan bentuk bangunan ini masih mengikuti bentuk aslinya.

Comments

Popular posts from this blog

HARD NEWS 1

Seorang Pria Tewas Tertabrak Commuterline di Tanah Sareal Junaedi (47), pria kelahiran Bogor tersebut tewas tertabrak KRL di Kampung Bubulak, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Pada hari Rabu, 13 Januari 2021, tepatnya pada pukul 05.15, pria tersebut diduga tidak melihat kedatangan KRL saat akan menyebrang perlintasan KRL. Iptu Rachmat Gumilar, Kepala Urusan Humas Polresta Bogor Kota mengakui akan adanya kejadian tersebut, setelah menerima laporan langsung dari pihak KAI dan melakukan olah TKP. Korban langsung meninggal di tempat, setelah menerima hantaman yang sangat keras dari KRL. Hantaman tersebut membuat tubuhnya terpental, hingga membuat bagian kepala korban terpisah dari tubuhnya. Setelah itu, jasad Junaedi dipindahkan ke RSUD Kota Bogor untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan.

SOFT NEWS

  Kebun Raya Bogor Pada Masa Pandemi Liburan adalah momen menyenangkan yang akan selalu kita tunggu-tunggu kedatangannya. Kita harus bisa memilih destinasi liburan yang menarik agar dapat menikmatinya. Bagi warga Jabodetabek, Kebun Raya Bogor dapat menjadi salah satu pilihan menarik untuk dikunjungi. Liburan yang menyenangkan sambil belajar dapat kita dapatkan di Kebun Raya Bogor. Banyak hal yang dapat kita lakukan disana, misalnya piknik, bersepeda, mempelajari berbagai macam tumbuh-tumbuhan, dan juga belajar dari museum zoology. Namun semenjak dimulainya masa pandemi COVID-19, ada beberapa hal yang dibatasi di Kebun Raya Bogor. Seperti halnya pembelian tiket, untuk dapat memasuki Kebun Raya Bogor diwajibkan membeli tiket secara online. Selain itu, ada beberapa toko di dalam Kebun Raya Bogor yang tidak menerima transkasi dengan uang tunai untuk menghindari penyebaran virus corona, maka dengan itu diharapkan para pengunjung sudah menyiapkan e-money untuk berjaga-jaga. Demi ...

JURNALISME WARGA, SETU CIKARET, SIAPA YANG SOMBONG AKAN TENGGELAM DISINI

  SETU CIKARET, SIAPA YANG SOMBONG AKAN TENGGELAM DISINI Wikipedia Setu Cikaret yang berlokasi di Cibinong, Bogor, memiliki begitu macam kengerian disana. Banyak cerita-cerita mistis yang melekat dengan tempat tersebut. Bersumber dari mitos yang beredar ditengah-tengah masyarakat, bahwa tempat ini memiliki aura yang tidak biasa. Melihat dari sejarahnya, setu ini telah ada sejak zaman kolonial. Karena berdasarkan sudah ada sejak zaman kolonial, setu ini memiliki banyak sekali mitos yang dipercaya oleh masyarakat. Untuk menambah seramnya cerita, didekat Setu Cikaret terdapat “mantan” Gedung Arsip Cibinong yang sudah lama ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai. Sudah banyak korban meninggal di Setu Cikaret. Mereka meninggal dikarenakan tenggelam disana, entah apa yang terjadi, mereka tiba-tiba saja masuk ke dalam setu dan tenggelam. Menurut kesaksian Abah Enjen, penjaga Gedung Arsip Cibinong, korban yang meninggal tidak hanya satu ataupun dua tapi sudah cukup banyak, para kor...